Membalik Citra



Membalik Citra

          Bila pernah melihat film hasil kamera analog, gambar yang terekam dalam film tersebut berkebalikan dengan foto saat dicetak, yang dikenal sebagai film negatif.Citra seperti ini biasa digunakan pada rekam medis; misalnya hasil fotografi rontgen.Hubungan antara citra dan negatifnya untuk yang beraras keabuan dapat dinyatakan dengan rumus:
 
          G(y,x)=255-f(y,x)  ------Rumus membalik citra
          x=imread(‘c:/lmage/lena128.tif’);
          y=255 – x;
          subplot(1,2,1);imshow(x)
    subplot(1,2,2);imshow(z)   
            

Hasil membalik citra
 

Pemotongan Aras Keabuan pada citra

Efek pemotongan (clipping) diperoleh bila dilakukan operasi seperti berikut:
                                                  
Nilai g dinolkan atau dipotong habis untuk intensitas asli dari 0 hingga f1 karena dipandang tidak mengandung informasi atau objek menarik.Demikian pula untuk nilai intensitas dari f2 ke atas, yang mungkin hanya mengadung derau.Gambar dibawah menyajikan diagram penggunaan rumus tersebut.
Gambar Contoh pemotongan aras keabuan dengan pola sangat tidak linear atau patah-patah


Program pemotongan aras keabuan

function [img] = potong(citra,f1,f2) %nama fungsi potong
img=imread(citra);   %menyimpan perintah imread dan citra yang di panggil
[jum_baris,jum_kolom]=size(img);
for baris=1 : jum_baris
for kolom=1 : jum_kolom
   if img(baris, kolom ) <=f1
   img(baris,kolom)=0;
   end
     if img(baris,kolom) >=f2
     img(baris,kolom)=255;
     end
end
end
end   %akhir fungsi
h=potong('c:\image\daun.tif',30,140);
p=imread('c:\image\daun.tif');
subplot(1,2,1);imshow(p)
subplot(1,2,2);imshow(h)

 Hasil pemotongan aras keabuan




Comments

Popular posts from this blog

Operasi Geometrik dan Pengolahan citra di kawasan Frekuensi

Pengertian operasi Geometrik